Resume MK Sosiologi umum BAB 1&2
Penulis : Nurani Soyomukti
Buku : Pengantar Sosiologi (Dasar Analisis, Teori, & Pendekatan Menuju Analisis Masalah-Masalah Sosial, Perubahan Sosial, & Kajian-Kajian Strategis)
Resume : BAB 1&2
BAB 1
SEJARAH PERKEMBANGAN,DEFINISI, RUANG LINGKUP, METODE, DAN PENDEKATAN DALAM SOSIOLOGI
A. ILMU MASYARAKAT
Sosiologi adalah ilmu mengenai"das sein" dan bukan "das sollen". Sosiologi meneliti masyarakat serta perubahannya menurut keadaan kenyataan. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat yang lahir di era modern. Ilmu dalam istilah kuno dipahami sebagai kemampuan memahami sesuatu, pemahaman mereka tidak diuji oleh bukti-bukti ilmiah sebagai contoh, munculnya para tukang ramal di zaman kuno contoh di China, Yunani Kuno dan sebagainya,bahkan sisa-sisanya masih ada di zaman modern.
Munculah Socrates orang yang paling bijaksana di Yunani, ia mengabdikan hidupnya pada pengetahuan dan filsafat yang menjadi cikal bakal dari filsafat modern. Di Yunani kuno ide tentang masyarakat dan pemerintahan demokratis lahir dan untuk pertama kalinya dilaksanakan dalam sejarah.
Diangkatnya tema sosial memang bukanlah filsafat paling awal di Yunani dan mulai munculnya filsafat tentang alam membawa benih-benih rasional seperti Thales (600-550 SM), selanjutnya para filsuf Yunani mulai beralih pada kajian mengenai manusia sebagai makhluk etis, sosial dan politik. Socrates-lah seorang yang sangat brilian ia mempunyai murid bernama Plato yang juga menjadi pemikir yang terkenal dalam bidang politik dan kenegaraan, Socrates memang tidak memberikan sumbangan langsung bagi perkembangan teori politik. Dia banyak tertarik pada individu, masyarakat dan negara sebagai lembaga sosial-politik. Meski Socrates mengkritik praktik-praktik Athena sebagai seleksi oleh orang banyak dan meragukan komposisi dan Plato-lah yang pertama kali melontarkan tentang masyarakat dan negara yang sitematis.
Setelah Plato, berikutnya Aristoteles yang merupakan tokoh dan pemikir politik dari Yunani kuno yang sanat terkenal, karyanya yang paling terkenal adalah "politik".
Dan Aristoteles menegaskan bahwa manusia adalah makhluk politik (zoon politicon)
B. KELAHIRAN ILMU SOSIAL MODERN DAN SOSIOLOGI
Disepakati bahwa sosiologi sebagai disiplin ilmu diakui muncul karena jasa seorang tokoh bernama Auguste Comte, sebagaimana dialah yang pertama kali menggunakan istilah "sosiologi". Sebagaimana diatas, seorang filsuf yang menelaah masyarakat secara sistematis di zaman lama adalah Plato (429-347 SM).
1. Faktor-Faktor Kemunculan Ilmu Sosial dan Sosiologi
Ada peristiwa-peristiwa besar yang membuat banyak orang untuk mempelajari hubungan-hubungan antar manusia, proses sosial, terutama perubahan-perubahan besar dan radikal. Jadi, dapat dikatakan bahwa sosiologi sebetulnya merupakan refleksi ilmiah.Beberapa peristiwa penting yang membuat ilmu yang mempelajari masyarakat mendapatkan perhatian besar dan menarik minat banyak orang, antara lain :
a. Revolusi Politik
Perubahan-perubahan yang ada juga menuntut para ahli sosial mempelajari untuk menggambarkan pola-pola perubahan di masa lalu dan meramalkan perubahan-perubahan yang akan terjadi di masa depan.Kita telah mengenal berbagai macam yang terjadi misalnya lembaga kekuasaan, mulai dari negara budak, negara ketajaan, hingga negara modern.
Kemunculan ilmu sosial dan sosiolog di Barat salah satunya dipicu oleh meningkatnya minat pengamat dan kaum intelektual tentang adanya perubahan sosial politik yang radikal.
Revolusi industri dan kebangkitan Kapitalisme ditandai transformasi ekonomi dari agrikultur menjadi industri.
b. Revolusi Industri dan Kebangkitan Kapitalisme
Situasi buruh yang meprihatinkan dalam dunia industri melahirkan gerakan-gerakan buruh yang menentang sistem kapitalisme yang tidak adil.Perubahan menuju industrialisasi dan kapitalisme merupakan perubahan yang sifatnya radikal dan kulitatif.Teori Karl Marx tentang perubahan ini cukup bagus dalam memberikan penjelasan.
Masyarakat berkelas adalah masyarakat tempat terjadi penindasan, ketika kerja kelas tertentu yang mayoritas diisap oleh kelas yang dominan.
c.Kebangkitan Sosialisme dan Komunisme
Sosialisme merupakan jawaban atau jalan keluar yang ditawar kan
oleh Karl Marx terhadap eksploitasi terhadap manusia ter utama
buruh sebagaimana yang terjadi dalam masyarakat kapitalisme .
Kediktatoran Proletariat inilah yang ditegaskan Marx dan kaum Marxis berikutnya sebagai jalan untuk mengantarkan menuju komunisme .
Namun, yang berkuasa dalam diktator proletariat adalah massa
rakyat mayoritas yang tadinya ter tindas. “Diktator” ini maknanya
bertujuan untuk menindas segala kemungkinan bangkitnya kembali
kekuatan-kekuatan reaksioner dari kaum kapitalis. Gerakan kontra revolusi adalah sebuah keniscayaan.
Kediktatoran” ini demokratik karena ia merupakan perwujudan dari mayoritas rakyat. Dalam sejarah Komune Paris , suatu peristiwa yang dilihat Marx. setelah kediktatoran proletariat ini berdiri dengan penghancurannya pada negara borjuis (pembubaran tentara reguler, penghancuran birokrasi, dan produk politik borjuis, demokratisasi ekonomi politik melalui dewan-dewan rakyat), kekuatan r eaksioner Prancis justru bersekongkol dengan borjuis asing untuk melawan Komune Paris.
d. Perubahan Agama
Semangat keagamaan yang dibawa Renaissance mendatangkan
gejala baru: hubungan antara manusia dan Tuhan lebih penting
daripada hubungan manusia dengan Gereja.
Gerakan reformasi ini menandai babak baru peran Gereja
(agama) terhadap politik dan negara di Barat.
Martin Luther tidak puas dengan hierarki Gereja dan hukum
gereja, yang dianggapnya tidak ber dasarkan kitab suci dan hanya
digunakan untuk memperoleh kekayaan duniawi.
Ada yang menganggap bahwa Luther memisahkan diri dari Gereja Katolik karena ia tidak mau membayar remisi setelah pengampunan dosa.
Luther juga sering dituduh tidak konsisten dengan pemikiran
politiknya.
Akan tetapi, radikalisme keagamaannya sangat berbeda
(bertentangan) dengan konser vatisme ekstremnya dalam masalah
politik.Perubahan-perubahan sosial sebagaimana yang terjadi dalam
revolusi industri, politik dan urbanisasi semacam itu memiliki
pengaruh yang besar terhadap agama.Pada masa itu, legitimasi dan dominasi Gereja mulai berkurang,
bahkan ada yang sangat tidak menyukai campur tangan Gereja
terhadap politik dan ur usan negara.
e. Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan tidak hanya diajarkan di kelas-kelas atau
universitas-universitas, tetapi juga dalam masyarakat secara keseluruhan.
Era Pencerahan (Renaissance )—begitulah banyak orang
menyebutnya. Sebelum masa revolusi industri dan abad pencerahan (enlightment), perubahan pada ranah pemikiran tentang masyarakat bisa dirujuk dalam peradaban besar , seperti zaman Yunani Kuno
(yang merupakan fondasi pemikiran modern awal).
Situasi yang demikian tentu merupakan suatu perkembangan
masyarakat yang baru dalam sejarah. Setelah bangsa Yunani berhasil mempertahankan diri terhadap serangan bangsa Persia, ia menganggap telah bisa menyelamatkan kebangsaan dan kemer dekaannya, kepribadiannya, dan setelah itu datanglah masa keemasan yang ditandai dengan berbagai perkembangan di bidang seni dan ilmu pengetahuan.
Tradisi berpikir filsufi setelah lama terjadi. Milete , salah satu koloni Yunani , adalah tempat lahirnya filsafat .
Awalnya, pemikiran didominasi oleh kaum Sofis , yaitu kaum
menawarkan jasa-jasa bagi orang yang ingin mendengarkan mereka
dan mereka diberi imbalan yang layak.Demokrasi mencapai puncak per kembangannya di Athena
selama abad ke-5 SM.
Athena merupakan kota yang kecil, secara corak produksi dapat
dikatakan sebagai kombinasi antara daerah industri dan pertanian.
Negara kota menjadi bentuk masyarakat politik yang akrab
karena seluruh warga negara memainkan peran yang langsung dan komprehensif dalam pemerintahan persemakmuran. Berikutnya datanglah era Romawi Kuno yang menunjukkan pergeseran karakter pemikiran sosial. Meskipun mendapatkan legitimasi dan dasar yuridis (hukum) yang kuat, kerajaan Romawi pada akhirnya juga jatuh dalam keadaan yang bobr ok dan lemah. Di kota-kota Romawi juga banyak kedatangan kaum miskin
dan para gembel yang menimbulkan berba.
C. SOSIOLOGI DAN MASYARAKAT
1. Auguste Comte dan Ilmu Sosial Positif (positivisme)
Pengaruh fisiologi terhadap ilmu sosial itu tampaknya yang kemudian
membuat Auguste Comte menegaskan bahwa ilmu sosiologi
merupakan ilmu positif yang dapat dipelajari sebagaimana ilmu
pengetahuan alam. Auguste Comte , dengan demikian, dikenal sebagai Bapak,Positivisme. Positivisme menurut Comte merupakan penerapan metode
empiris dan ilmiah pada setiap lapangan penelitian.
Comte percaya bahwa:
- Dunia tertata secara rasional , dan ada hukum-hukum
perkembangan dan interaksi sosial yang dapat ditemukan;
- Penemuan hukum-hukum tersebut adalah mungkin sebab
manusia memiliki penalaran yang cukup;
- Manusia juga cukup berakal untuk menggunakan pengetahuan
mereka untuk kepentingannya sendiri; dan
- Penalaran tidak hanya memungkinkan ditemukannya hukum�hukum tingkah laku sosial, tetapi juga memungkinkan manusia
untuk menemukan tujuan-tujuan nyata yang diinginkan.
Pengaruh Comte dan positivisme sangat luar biasa, terjadi
Pamor positivisme dalam ilmu sosial dan sosiologi menurun
sejak tahun 1960-an, bersama dengan modernisme dan proyek
pengetahuannya dianggap gagal untuk mengatasi masalah-masalah
sosial.
“positivisasi ilmu-ilmu sosial ”.
2. Sosiologi Sebagai Ilmu
Pengetahuan berasal dari kata dasar tahu. Mengetahui berarti
mendapatkan informasi tentang suatu hal atau kejadian.
Pengertian ilmu dapat dir ujukkan pada kata ‘ilm (Arab),
science (Inggris), watenschap (Belanda), dan wissenschaf (Jerman).14
Dalam bahasa Indonesia, kata ilmu jelas berasal dari bahasa Arab .
Ia mengacu pada suatu kemampuan yang terdiri dari wawasan dan
pengetahuan. Ilmu pengetahuan berarti suatu ilmu yang didapat dengan cara
mengetahui, yang dilakukan dengan cara-cara yang tidak sekadar
tahu.Ilmu pengetahuan dapat dipahami sebagai proses, prosedur,
maupun sebagai produk atau hasil. Sebagai prosedur, ilmu berkaitan dengan penggunaan cara yang
ketat yang digunakan agar proses mencari ilmu dapat berjalan dengan
baik. Sebagai produk atau hasil, berar ti ilmu mer upakan hasil
dari proses dan aktivitas mengetahui.
Secara umum dan konvensional, dikenal adanya empat
kelompok ilmu pengetahuan, yaitu masing-masing:
1.lmu Matematika
2.Ilmu Pengetahuan Alam
3.Ilmu tentang perikelakuan
4.Ilmu pengetahuan keruhanian
Demikian juga ilmu politik, yang mempelajari hubungan
manusia dan masyarakat menyangkut masalah kekuasaan. Psikologi sosial (ilmu jiwa sosial) juga mempelajari masyarakat.Demikian juga antropologi yang mempelajari manusia dan hubungan antara manusia dari sudut kebudayaan.
D. POKOK BAHASAN SOSIOLOGI
Secara umum, pokok bahasan dalam sosiologi dibedakan menjadi
empat:
• Fakta Sosial
Fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang
berada di luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa dan
mengendalikan individu tersebut.
-Tindakan Sosial
Tindakan sosial adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan
mempertimbangkan perilaku orang lain.
-Khayalan Sosiologis
Khayalan sosiologis diperlukan untuk dapat memahami apa yang
terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia.
-Realitas Sosial
Seorang sosiolog harus bisa menyingkap berbagai tabir dan
mengungkap tiap helai tabir menjadi suatu realitas yang tidak
terduga.
E. METODE DAN PENDEKATAN SOSIOLOGI
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan tentu saja juga menggunakan
metode ilmiah dalam memahami dan mengerti masyarakat dan
hubungan-hubungan antar-manusia.
tudi Cross-sectional dan Longitudinal
Studi cross-sectional merupakan suatu pengamatan yang meliputi
suatu daerah yang luas dan dalam jangka waktu ter tententu.
-Eksperimen Laboratorium dan Eksperimen Lapangan
-Penelitian Pengamatan
Beberapa perspektif yaang saling bertarung, antara lain:
a. Perspektif Evolusionis
Paradigma evolusionisme merupakan pandangan yang menarik
garis dari pangkal keterbelakangan menuju ujung kemajuan.
B.Perspektif Interaksionisme Simbolis
Dalam perspektif ini, dikenal nama sosiolog George Herbert
Mead (1863—1931), Charles H orton Cooley (1846—1929),
yang memusat.
BAB 2
RUANG LINGKUP, TOPIK KAJIAN,
DAN ISU-ISU STRATEGIS SOSIOLOG
bebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat,
sosiologi mengkaji lebih mendalam pada bidangnya dengan
cara memberikan bidang-bidang yang berbeda dari hubungan
sosial .
A. MAZHAB DAN SPESIALISASI KAJIAN SOSIOLOGI
Pada akhirnya, muncul bidang-bidang kajian yang secara khusus
memberikan penjelasan terhadap peristiwa-peristiwa yang kadang
juga membutuhkan kajian secara khusus dan mendalam.
B. SOSIOLOGI INTERDISIPLINER (INTERDISCIPLINARY
SOCIOLOGY)
Selain itu, dapat dikatakan bahwa r uang lingkup kajian sosiologi
lebih luas dari ilmu sosial lainnya. Hal ini disebabkan ruang lingkup
sosiologi mencakup semua interaksi sosial yang berlangsung antara
individu dan individu, individu dan kelompok, serta kelompok dan
kelompok di lingkungan masyarakat.
1. Sosiologi Budaya
Sosiologi budaya melibatkan analisis kritis terhadap kata-kata,
artefak-artefak, dan simbol yang saling berinteraksi dalam bemntuk�bentuk kehidupan sosial, baik dalam subkultur maupun dalam
masyarakat secara lebih luas.
2. Sosiologi Kriminalitas dan Penyimpangan Sosial
Para kriminolog menganalisis sifat, sebab, dan kontrol dari kegiatan
kejahatan (kriminalitas).
3. Sosiologi Ekonomi
Istilah “sosiologi ekonomi ” (economic sociolog y) pertama kali
digunakan oleh William Stanley Jevons pada 1879, yang kemudian
diperkaya oleh kerja-kerja intelektual Durkheim, Weber, dan Simmel
antara tahun 1890 hingga 1920.
4. Sosiologi Keluarga
Sosiologi keluarga mempelajari unit-unit keluarga dari berbagai
macam perspektif teor etis, terutama kajian-kajian tentang sejarah
munculnya keluarga inti (nuclear family) dan bagaimana munculnya
peran-peran gender.
5. Sosiologi Pengetahuan
Sosiologi pengetahuan (sociology of knowledge) adalah kajian sosial
yang mempelajari hubungan antara pikiran manusia dan konteks
sosial yang membuatnya muncul, juga memberikan pemahaman
tentang bagaimana ide-ide dominan dalam masyarakat memengaruhi
kebiasaan dan tindakannya.
6. Sosiologi Media
Bersamaan dengan perkembangan kajian budaya (cultural studies),
studi mengenai media mer upakan disiplin yang berbeda yang
memadukan antara ilmu sosial lainnya khususnya kritik sastra
(literary criticism) dan teori kritis .
7. Sosiologi Agama
Sosiologi agama menyelidiki terjadinya praktik-praktik keberagamaan,
latar belakang historis, per kembangan, tema-tema univ ersal, dan
peran agama dalam masyarakat.
8. Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa (Makodes)
Sosiologi masyarakat per kotaan (urban sociolog y) memberikan
perhatian pada kehidupan masyarakat dan interaksi sosial di kawasan
perkotaan, terutama di kota-kota metropolis.
9. Sosiologi Lingkungan
Krisis lingkungan hidup terus berlangsung dari ke hari seiring dengan
nafsu eksploitatif umat manusia modern (baik di B arat maupun
Timur dengan integrasi kapitalisme global).
Posting Komentar